Archive for February, 2006

Tentang Sore Yang Sempurna

Monday, February 13th, 2006

23635905247865l Menikmati Senja…

Duduk sendiri menunggu sahabat di sini sambil menikmati senja hari, ada cakrawala indah di ujung barat sana, dengan langit lembayung, jingga dan merah saga pun ada. di suatu tempat,.. orang bilang ini Bandar Jakarta, ada meja bulat dengan 3 kursi menghadap ke pantai, sebuah sudut dengan lampu taman yang menyala redup karena tegangan listriknya yang tidak stabil, rombongan camar yang pulang setelah lelah berkelana. tadi juga terlihat 3 perahu merapat di teluk sempit, sementara dibawah pohon rindang dengan tikar plastik biru sebagai alasnya ada satu keluarga sambil menikmati kudapan yang mereka bawa, juga sedang melihat senja.  sore ini memang sempurna, setelah pagi hari yang terik dan hujan deras tercurah siang harinya. dan hasilnya adalah sore yang sempurna. ada sahabat yang pernah bilang boleh lah mendung dan hujan turun hari ini, tapi percayalah dari setiap  mendung dan hujan yang hadir. pasti ada cerah dan keceriaan yang mewarnainya demikian halnya yang terjadi sore ini, senja ini.

Secangkir kopi, sebungkus kacang, jadi teman yang paling mengerti saat ini. Sementara di ujung barat sana, langit yang tadinya jingga, ungu, kuning dan merah saga dengan lembayung disana sininya mulai berganti menjadi biru gelap. seiring lenyapnya sang matahari,  dari sisa cahayanya yang berpendar, ia masih meninggalkan jejak cahayanya berupa pola - pola baru di langit. pola-pola dalam wujud gumpalan awan yang megah, yang pastinya spesifik. atau mungkinkah ada senja yang identik ?? dengan pohon kelapa disisi kiri, ada matahari yang bulat separuh tepat di tengah cakrawala, dengan garis keemasannya yang membelah lautan. dan semakin lengkap dengan perahu nelayan yang melintas di tengahnya.. Sayah tak pernah yakin tentang itu. sayah selalu yakin ini senja yang baru pertama kali sayah lihat. ada semburat hitam disana dan disini. juga awan-awannya, ah.. ini memang sungguh menginspirasi siapapun untuk berkata "seandainya kamu disini" tapi tidak, sama sekali tidak..

ini senja yang personal, yang memang indah jika anda dan cuma anda sendiri yang menikmatinya.. Malam pun turun, dan langit menjadi kelam, tampak   bulan yang sendu berbentuk elips di ujung sana. belum purnama, memang.  mungkin esok atau setidaknya 3 hari lagi. ah DIA memang hebat,  punya kuasa yang tak terbantah, Kuasa akan alam yang indah, yang bisa IA hadirkan kapan saja, dimana saja.

Bandar Jakarta, 9 februari 2006

satu saat di ujung januari..

Friday, February 3rd, 2006

Tentang Sepeda, Hujan, dan Jakarta

“I want to ride my bicycle, I want to ride my bike..” by queen

Ada yang menarik yang sayah lakukan  selasa sore kemarin (25 januari 2006) ditengah kebingungan dan kepenatan sayah mempersiapan sebuah kegiatan di lembang tanggal 28-29 ini, ada hasrat yang begitu meloncat-loncat ketika melihat sekitar 12 an sepeda terparkir dengan rapi di depan meja Komputer yang saya pakai, sebenarnya tidak persis di depan komputer, ada tembok, kaca dan poster yang menjaga jarak kami.. tapi itu tak menghalangi sayah melihat betapa anggun dan seksinya dia.. sangat menggoda untuk  di kendarai.. alhasil selasa sore itu sayah berkeputusan oke  “I want to ride my bicyle now..” meski persisnya sepeda itu juga bukan punya sayah, karena memang propertynya PAC..tempat sayah menghabiskan sebagian waktu dan bekerja saat ini.

 

Akhirnya segala persiapan yang sudah disusun saat berangkat dari kost untuk lari dialih kan

untuk kegiatan bersepeda ini..

Pkl 5 semua sebenarnya sudah siap, uh tapi cuaca tak bersahabat, mendung menggantung disana sini..hujan besar sebentar lagi khan turun .. dan sayah baru menyadari akhir2 ini hujan besar disertai angin kencang sering sekali melanda Jakarta. Masih ingat kejadian tower tv 7 yang runtuh? Kebayang kan kencangnya angin itu bertiup.. dalam hati berpikir harus kah saya berhenti dan batalkan niat bersepeda sore ini..? oh no, gak lah.. justeru kok,.. sepertinya adrenaline sayah malah  terpacu untuk itu, wah pasti seru nih kalau hujan-hujanan pikir dalam hati..

Sebagian orang mungkin berpikir gak rasional dan cari penyakit.. buat sayah semua ini rasional dan ini bisa sayah lakukan… akan jadi pengalaman menarik nantinya bisik dalam hati.. berlima kami ditengah hujan deras Jakarta menembus kemacetan dan hujan juga angin yang membuat perjalanan ini makin membuat sayah penasaran.

 

Di banding rekan lain ini pengalaman pertama sayah bersepeda di Jakarta, dan sayah memang yang paling amatir..dan hai lihat handling sayah buruk sekali, tapi akhirnya saya bisa juga mengendari sepeda ini dengan baik.. di tengah hujan deras pula..kamu tahu?  banyak sekali yang bisa di jumpai disini.. sayah cerita yah..

 

Dimulai dengan  melihat serombongan anak jalanan berlari dengan suka cita dari sudut gang untuk menyambut hujan dan berharap banyak rupiah yang dia dapat. Dan coba lihat  dalam waktu gak lebih dari 5 menit seluruh jalan protokol Jakarta terendam air..Gambaran yang paling nyata,  betapa buruknya system drainase kota ini, so jangan heran kalau jadi langganan banjir.. dan jangan salahi pemerintah terus soalnya anda ikut andil kalau ikutan buang sampah sembarangan lihat tumpukan sampah yang menggunung membuat air mampat di seputaran pasar mampang..

sekarang kita tengok halte hai..hai.. ternyata penuh sekali yah.. sayah lihat wajah cantik si mbak  yang sebal kecewa ah mungkin dia banyak masalah kali yah… atau mungkin janjinya harus molor karena hujan ini.

Dan tengok sekali lagi..lihat kini,  halte ini, jadi parkiran motor rupanya.. duh ternyata sekarang sudah berubah fungsi..asumsi sayah ongkos yang naik membuat orang banyak menggunakan sepeda motor atau karena memang semakin banyak.. orang yang mampu yah.. ah tak tahulah..

kalau jalan di DKI untuk motor aja tidak ramah apalagi buat sepeda.. seandainya ada jalur khusus sepeda seperti buss way uh pasti seru.. tapi jakarta tidak seramah itu dengan sepeda, kalau tak hati2 fatal deh akibatnya..

kali ini sayah agak tercekat ada pak polisi yang dengan sigapnya mengatuir lalu lntas di seputaran tendean.. dengan sepenuh hati si bapak bekerja keras, tak peduli kalau badanyan udah kuyup..sesekali dia menggigil tapi lihat dia tidak beranjak dan tetap terus mengatur lalu lintas yang ada.. sayah jadi malu kalau selama ini terkadang sayah suka mencibir dan mengejek.. ada kok polisi yang luar biasa.

Satu hal yang paling menyenangkan pada saat anda bersepeda di tengah hujan di jakarta

selain menikmati Jakartayang benar2 berbeda, anda juga bisa merasakan kesegaran dan kenikmatan yang mungkin gak akan temukan lagi.. apalagi saat memasuki senayan hujan sudah reda saat itu.. begitu hijau,. begitu basah, ah sayah memang selalu suka hujan..karena selalu mengingatkan sayah dengan sahabat” kecil dikampung yang akan langsung berlari begitu hujan turun.

2 jam bekeliling dan 2 kali jogging keliling lingkar luar Gelora Bung Karno.. untuk orang yang sudah memasuki usia 31 dan akan semakin menua, sayah masih cukup lumayan ternyata,.. soalnya 9 menit saja 2 putaran bisa dilewati.. 2 putaran yang terasa beratnya, soalnya seperti ada besi yang menggandul di betis ini.

Ide awal ingin coba sesuatu yang baru dan  sayah dapat sesuatu yang baru perspektif baru..hujan adalah harapan bagi sebagian orang, menyebalkan buat sebagian yang lain. Hambatan buat seseorang,dan hai , tapi ada yang bilang, ini adalah tantangan Hujan juga bisa jadi cermin buat kita, cermin yang akan banyak memberi gambaran, Siapa diri anda sesungguhnya.

Sahabat sayah bilang, sayah Impulsive tapi percayalah dalam melakukan segala hal, sayah selalu melakukannya dengan hati, sayah  selalu percaya niscaya ada banyak hal yang bisa peroleh.. dan sayah gak  mau hidup hanya sekedarnya.

Melakukan sesuatu yang berbeda dan menikmatinya selagi bisa..Melakukan sesuatu yang seharusnya memang sayah ingin lakukan..