Archive for August, 2005

Sejuta kenangan itu bernama “JOGJA”

Tuesday, August 16th, 2005

Ketika dikantor beredar kabar bahwa akan ada proyek di jogja.. dalam hati sayah berharap “please.. sayah dunk yang berangkat kesana..!!” dan kali ini harapan sayah terkabul sayah berangkat ke jogja (lagi..) gak kebayang senangnya..

Bicara tentang jogja.. bicara tentang Indonesia itu sendiri.. sayah melihat Indonesia disini.. indonesia yang bersahaja,Indonesia yang makmur, Indonesia yang kaya akan budaya, Indonesia yang ramah, Indonesia yang alamnya yang indah, Indonesia yang subur, Indonesia yang kaya akan makanannya, Indonesia yang eksotis, indonesia yang kreatif dan sejuta Indonesia lainnya.. sayah temukan di jogja..

Sudah kesekian kali sayah ke jogja.. dan kali ini sayah ke kaliurang satu tempat di kaki gunung merapi.. dan sayah temukan jogja yang berbeda lagi disini.. jogja yang berhawa dingin, jogja yang berbukit di kelilingi tebing dan lembah yang indah.. surga buat pencinta dan pengagung kebesaran sang pencipta, hutan pinus yang relatif masih terjaga, dibelah sungai dengan air yang jernih, enggan rasanya meninggalkan tempat seperti ini, kalau gak ingat bahwa sayah lagi kerja disini.

Setelah menyelesaikan semua kewajiban sayah dengan kantor di kaliurang.. sayah memilih untuk extend satu hari di jogja. Yups, ada sebuah hutang yang harus dituntaskan,Prambanan.. ya.. Prambanan  ke jogja berkali-kali bagaimana bisa untuk ke prambanan selalu terlewat atau terlupa? Agak keterlaluan memang, sebab Prambanan sebuah candi yang bukan saja menjadi landmarknya Jogja tapi juga menjadi world heritage/warisan dunia yang gak Cuma jadi kewajiban orang Indonesia untuk melestarikannya tapi dunia.. hati pun dibulatkan untuk ke Prambanan.

Sabtu 13 agustus 2005, 12.15 waktu jogja sayah menginjakan kaki di prambanan. Walau untuk itu sayah harus mengeluarkan uang 7000, untuk tiket masuknya. Tapi worthed lah, dengan kepuasan dan pemenuhan rasa penasaran sayah. Setelah berkeliling sepanjang siang di seluruh kompleks candi.. sayang banyak sekali candi yang hanya puing, dan pondasi yang tersisa.. terbayang betapa megahnya kompleks candi ini saat utuh..terbayang betapa hebatnya orang-orang Indonesia  ditahun 800 an membangun bangunan ini dengan segala keterbatasan teknologi yang dimilikinya.. wah bangsa kita juga bisa sangat luar biasa, ada rasa bangga dihati ini jadi orang Indonesia.. apalagi waktu tak sengaja kuping sayah mendengar decak kagum turis asing berkomentar tentang candi ini.. sambil menikmati aura magis candi roro jonggrang di depan arca ganesha (sang dewa ilmu pengetahuan) sayah habiskan baca buku yang sengaja selalu sayah bawa ketika berpergian..

Untuk melengkapi jalan-jalan sayah kali ini, Kraton Ratu Boko/Candi Boko jadi tujuan berikutnya, tempat ini memang tidak seterkenal borobudur dan prambanan,  lokasinya gak jauh dari prambanan 3 km. Tiketnya juga sama 7000. satu hal kelebihan kompleks candi boko dibanding prambanan adalah terletak diatas bukit terbuka sehingga dengan jelas, kita bisa melihat view jogja dengan jelas.. kalau cerah matahari terbenam diujung pantai parang tritis dengan indahnya.. terlihat di kejauhan prambanan yang anggun, dan kota jogja yang semakin padat. Ketika hari mulai gelap, bagai kunang-kunang satu persatu kelip lampu menyala. Ah indahnya.

Seharian keliling Jogja-Prambanan-Ratu Boko, cape rasanya. Prawirotaman jadi tujuan berikutnya. Buat pelancong berkantong cekak seperti sayah, hal ini paling reliable, anda bisa menemukan tempat beristirahat yang nyaman tanpa perlu terlalu menguras budget.. ditemani langit yang cerah bertabur bintang dan bulan yang baru separuh, sayah meninggalkan Ratu Boko menuju sebuah penginapan nyaman di prawirotaman untuk melepaskan penat yang memang sudah semakin terasa.         

Saya bukan orang Jogja..but truly, deeply, madly,.. I LOVE THIS CITY.. “Jogja Never Ending Asia”

Begitu Sempitnya Waktu Begitu Banyaknya Pekerjaan…

Monday, August 15th, 2005

2 minggu terakhir ini memang terjadi kesibukan yang luar biasa dikantor. Semua orang tampak hilir mudik dan larut dalam pekerjaan yang sepertinya tidak pernah selesai. Fuiih.. disatu sisi sayah cuman misuh-misuh dalam hati gila gak bisa sedikit nyantai apa, but ini konsekwensi.. No Pain No Gain .. kalau mau jadi lebih  hebat.. kalau mau nyampe targetnya… kalau mau dapet bonus.. kalau mo cepat maju.. yah satu jawabnya KERJA KERAS..

In the Other side,.. sayah juga jadi bersyukur.. dari sini kita banyak belajar… belajar untuk bikin planning yang bener supaya kerjaan bisa bener.. belajar lebih berkomitmen atas segala yang sudah disepakati biar gak susah nantinya, buat diri sendiri apalagi orang lain…belajar lebih sabar dan manghargai orang lain..(kalau mau nyuruh… sepertinya kalau baik-baik,.. ngerjainnya juga enak dan dengan senang hati..hehehe).. yang jelas belajar untuk lebih bertanggung jawab.. At least atas apa yang seharusnya udah jadi bagian dari tugas masing-masing .. Syukur-syukur kalau kita bisa Bantu orang lain..

Yang sedihnya.. kok senyum, candaan yang khas yang selama ini mewarnai kerja kita kok kelihatannya jadi sedikit memudar yah.. setiap orang jadi lebih sensitive.. Semua orang terlihat  lebih lelah..high tone voice jadi lebih sering terdengar,.. kurang tidur kali ye.. apalagi setelah pulang presentasi dan meeting.. dan terus hasil meetingnya bikin bete… pemandangan yang ada adalah muka longsor.. heheheh.. but c’mon friends.. kenapa kita gak “hadapi dengan senyuman saja” that’s part of process, we work together we doing it together… dari situ kita belajar.. mungkin kalau kita mengerjakannya dengan kerelaan, senang hati , dan semangat juang yang tinggi… yakin deh  segalanya akan jadi lebih mudah.. setidaknya saya percaya itu..!!

Sedikit Cerita Tentang Gunung Tandike

Monday, August 1st, 2005

"… acungkan jari anda, tunjuk satu titik di peta indonesia, kunjungi tempat itu, tinggalah disana beberapa saat, perhatikan yang ada..dapat  dipastikan tempat itu pasti indah.." (celoteh seorang teman tentang bumi indonesia)…

Iseng kemaren buka folder dikantor.. gak sengaja, mata sayah tertumbuk pada sebuah folder.. tandike.. nama foldernya.. buat sebagian orang nama ini emang gak asing,  yups ini memang nama gunung di sumatera barat yang selalu menarik-narik  adrenaline setiap orang yang hobby berpetualang dan menjelajahi alam liar Sumatera.. entah kenapa sayah selalu tertarik untuk kembali kesana, emang ada sesuatu yang sepertinya harus di tuntaskan.. but damn, susah bener bagi waktunya.. berikut cuplikan  report yang sayah buat waktu jalan kesana..

TANDIKAT, Sumatera Barat

Keterangan Umum

Nama                           : Gunung Tandikat

Nama Lain                    : Tandikai, Tandike

Nama Kawah                : A, B dan K

Lokasi

a. Geografi                   : 0°25′57" LS, 100°19′01,69" BT

b. Administrasi            : Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat

Ketinggian                   : 2438 m dml, 1740 m dari kota Padang

Kota Terdekat             : Padang, Bukit Tinggi, Padang Panjang

Tipe Gunung Api          : Stratovolcano

Pendahuluan

Gunung Tandikat yang bertipe stratovolcano ini dikenal juga dengan nama Tandikai, Tandike. Berdiri tegak dengan ketinggian 2430 Mdpl. Gunung ini membentang di dataran tinggi Minang Kabau Sumatera Barat, kira – kira 7.5 km dari kota Padang Panjang, Kota ini dikenal sebagai kota yang mempunyai suhu terdingin di sumatera barat. Gunung ini membentang lebar kearah selatan, dan disebelah barat berbatasan dengan Danau Maninjau, salah satu danau yang terkenal disumatera barat . Sementara disebelah Utara gunung ini berdampingan dengan Gunung Singgalang, dan sebelah timur merupakan gugusan volcanic Tersier yang sudah tua. Gunung ini sangat jarang sekali didaki dan Harimau Sumatera masih bisa ditemui pada hutan Gunung Tandikat ini.untuk mendaki gunung ini butuh alat dan kemampuan navigasi yang memadai. Keadaan jalan setapaknya tidak jelas dan bahkan kadang-kadang menghilang. serta hutannya masih rapat dan lembab, selain itu pada ketinggian sekitar 650 m -1700 m dpl, pada jalan setapaknya yang banyak sekali terdapat pacet, hal-hal diatas membuat gunung ini menjadi tantangan tersendiri bagi individu petualang yang selalu mencari hal yang baru.

Tandikat juga merupakan bagian dari 3 puncak gunung diminangkabau yang dikenal dengan Puncak-puncak Tri Arga (yaitu Singgalang, Marapi dan Tandikat). Meski Tandikat kurang populer dikalangan

para pendaki, tapi justru ini yang menjadi point lebih gunung ini, suasana yang alami, dan jarang di jamah manusia menjadikannya berbeda dengan 2 puncak gunung yang lain.

Cara Pencapaian

 

Pendakian dilakukan dari lembah anai resort merupakan jalur rintisan pendakian menuju ke puncak tandikat. Pada tahun 1998 pernah dirintis sebuah jalur pendakian dari titik ini oleh tim Mapala Unand dengan waktu tempuh 5 hari pendakian dan 2 hari turun. Dimulai  dari tower satelindo dikawasan anai resort koordinat 00°28’52,6” LS , 100°19’14,4” BT  dengan elevasi 665 mdpl. Dari sisi barat lurah dalam,  menuju kearah utara  melalui jalan setapak sampai ke Puncak, namun jalan sangat rumit karena belukar yang rapat dan didominasi oleh pakis dan rotan.  perlu pengantar serta harus menyeberang banyak anak sungai yang diwaktu hujan akan menjadi aliran sungai yang cukup deras menjadi kesulitan tersendiri untuk melewatinya. kemudian tiba di air terjun lurah dalam sekitar 45 menit jalan santai dari tower. Air terjun yang sangat alami karena memang benar-benar ditengah rimba dan tidak pernah orang untuk mengunjunginya , tingginya sekitar 25 meter dan dibawahnya membentuk kolam yang cukup dalam, mesti cukup sulit untuk awam turun ke air terjun tersebut. Yang menarik air terjun ini juga merupakan daerah perlintasan primata, tim sempat melihat siamang dan simpai di daerah ini. Dari sini perjalananan dilanjutkan dengan menyusuri kearah barat menuju punggungan diatas sungai bt air paraman sani, sungai yang airnya diambil sebagai sumber air untuk anai resort, tim sedikit terbantu dengan mengikuti jalur yang sudah tersedia sd ketinggian 867 mdpl. dari sini dilanjutkan hingga melewati bukit sangkur, dipuncak bukit sangkur ini kita akan melihat lembah yang sangat indah dan sungai paraman sani yang membelah gn tandike dan gunung gadang. Dari tebingnya gunung tandike kita juga akan banyak melihat air terjun, dan semakin banyak jika hujan turun. Diketinggian 1000 mdpl hingga 1500 mdpl rute yang ditempuh sangat curam bisa mencapai 85°  hingga  90° tingkat kemiringannya, jika cuaca cerah dititik tertentu pungguan tersebut terbuka sehingga kita bisa melihat kota pariaman dan batas pantainya dengan jelas, sungguh pe,mandangan yang luar biasa. (1200 mdpl)   punggungan tipis dan jurang yang mengangga dikanan kirinya mendominasi jalurnya. Sayang 2 hari pendakian dan 1 hari turun hanya bisa mencapai ketinggian 1675 mdpl dengan koordinat 00° 26’09,5” LS 100°18’58,6”BT

Demografi

 

G. Tandikat tidak terlalu tinggi, mempunyai daerah pemukiman yang berada agak jauh di luar kawasan rawan bencana. Hanya ada beberapa kampung (desa) yang berada pada kawasan rawan bencana I, yaitu: desa-desa yang berada di bagian selatan, karena bukaan kawahnya cenderung ke bagian selatan, sehingga banyak sungai yang berhulu dari puncak. Sedangkan perkampungan lain umumnya terletak pada daerah punggungan yang berjarak lebih dari 6 km dari pusat erupsi dan relatif aman terhadap bahaya aliran, hanya kemungkinan  terjangkau oleh jatuhan piroklastik yang diperkirakan dapat mencapai 8 km dari pusat erupsi.

Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi

 

Hasil erupsi Gunung Tandikat pada masa lampau banyak menghasilkan batuan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan bangunan, sebagai bahan material dasar untuk pembangunan gedung, jalan raya dan lainya. Selain itu dengan dipeliharanya hutan lindung di G. Tandikat, sumberdaya alam berupa tempat tersimpannya cadangan air tanah, untuk irigasi, air minum di kota-kota dan lainnya. Banyak Sekali sungai kecil yang membelah lembah – lembah di tandikat, mata air pun akan mudah kita temukan karena memang hutannya memang relatif masih terjaga.

Wisata

 

G. Tandikat mempunyai pemandangan yang sangat  indah sebagaimana layaknya sebuah gunungapi, dan dapat dijadikan objek tujuan wisata yang sangat menyenangkan. Di sekitar G. Tandikat ini terdapat banyak air terjun baik yang musiman maupun permanen. Selain sungai yang sangat jernih karena memang nyaris tidak terdapat sama sekali endapan Lumpur didalamnya. serta kawasan hutan lindung dengan segala jenis hewan liar yang masih sangat mudah kita temui, rangkong, simpai dan siamang akan senantiasa menyertai perjalan anda mendaki gn tandikat dari daerah anai resort.  Untuk itu G. Tandikat yang tinggi puncaknya mencapai 2438 m dpl. Merupakan pilihan yang cukup menarik buat orang-orang yang suka dengan wisata petualangan.

Akses Lain Mendaki Gunung Ini

Rute Desa Singgalang Ganting
Dari Kota Padang naik bis antar kota tujuan Bukit Tinggi dan turun di kota Padang Panjang, kemudian berganti dengan angkutan pedesaan trayek desa Singgalang Ganting. Melewati pemandian alam terkenal di kota Padang Panjang yaitu Lubuk Mata Kucing. Biasanya para pendaki bermalam di rumah penduduk didesa ini yang juga merupakan kuncen gunung ini, dan memulai pendakian keesokan harinya.

Rute Desa Malalak
Desa ini terletak tidak jauh dari Kota Bukit Tinggi dan bisa dicapai dengan angkutan pedesaan.
Rute yang paling mudah ditempuh adalah dari Desa Singgalang Ganting. Disepanjang jalan setapak menuju puncak beberapa kali kita akan menjumpai sungai kecil. Gunung ini belum pernah meletus, keadaan puncaknya banyak ditumbuhi oleh pohon dan semak-semak membuat sedikit susah dan harus merintis jalan menuju puncak. Selain itu kita bisa menuruni kawahnya dan didasar kawah gunung ini terdapat beberapa lubang kecil kepundan yang mengeluarkan asap belerang serta berbunyi menderu. Pada dasar kawah ini cukup luas dan bisa mendirikan tenda. Selain itu jga terdapat telaga kecil tapi airnya berasa belerang.

Data dirangkum dari  berbagai sumber

Perjalanan pribadi saya sama Fahmi sekitar bulan November 2004

isya N. Dana (isya@vsi.esdm.go.id) 

Mas Atje Purbawinata

High camp adventure